Bukankah seharusnya hidup itu bahagia dan membahagiakan jiwa?

Hidup ini terlalu menyakitkan jika kita hanya meratapi kesedihan dan kegalauan, setiap hari tiada hari tanpa rasa galau, muncul kata-kata yang membuat kita semakin tak mampu untuk membendung derasnya arus kehidupan. Sering merasa sendiri, merasa tidak ada yang peduli dengan kita. sebenarnya  kita yang membelenggu hidup kita sendiri, tidak seharusnya kita mempersulit masalah yang sudah ada..

Setiap masalah  pasti ada jalan keluarnya, hanya saja sejauh mana kita bisa  selalu berusaha dan berdoa, jangan menyerah dari Rahmat Alloh SWT. Selalu ciptakan pikiran-pikiran yang positif  agar kita bisa tetap menjalani hidup penuh dengan keindahan, ketenangan dan kebahagiaan, karena hakikatnya hidup itu bahagia dan membahgiakan jiwa.

Kun ‘Aliman au Muta’alliman

“Kun ‘aliman au muta’alliman” begitulah pesan kyai dari pekalongan pada acara haul ke 75, ALmaghfurlah Kyai Al-Munawwir di Ponpes Krapyak Yogyakarta….
Beliau menyampaikan suatu yang sangat penting sekali, dadio wong ‘alim, nek ora yo wong nyantri atau bisa saya artikan jadilah orang yang mempunyai ilmu sehingga kita bisa membagikan ilmu dalam arti mengajar, kalaupun kita tidak mengajar ya jadi orang yang mau belajar…

Pada kondisi seperti ini pondok pesantren lah yang bisa di jadikan jawaban dari  semua masalah yang ada di negeri ini, Ponpes bukan hanya mengajarkan ilmu yang berorientasi pada duniawi, namun ukhrowi yang menjadi prioritas utama. Mencari ilmu bisa di mana saja namun pesantren bukan bertujuan untuk mengajar namun mendidik…

Mengaji adalah benar-benar bekal yang akan kita bawa ke akhirat, setidaknya mulai sekarang kita terus dan terus berbenah diri, intropeksi diri dalam meniti kehidupan yang sangat mengerikan ini, virus hedonisme, konsumerisme dan orientasi duniawi seakan-akan sudah menjadi bagian yang sangat biasa bagi manusia sekarang, namun apapun itu kita tetap harus selalu ingat tujuan hidup kita dan selalu memohon supaya kita di berikan suatu jalan yang terbaik, penuh kebahagiaan, keridhoan dan tetap istiqomah di jalan-NYA…

Amiin

By vyanarif Posted in Embun

SHOLAT JENAZAH ALA MBAH BISRI MUSTHOFA.

Di Rembang mbah BIsri dikenal sebagai figur yang dekat dengan berbagai kalangan. Termasuk juga warga keturunan yang nota bene non muslim.Pada suatu hari mbah Bisri kedatangan tamu seorang warga keturunan. Kedatangannya membawa berita duka.” Papah owe meninggal dunia pak kiyai hik……hik…….. hik ……….. Oleh sebab itu saya mohon pak kiyai berkenan untuk ikut nyembayangi.” Kata si Engkoh.” Iya. Saya ikut berduka cita. Insya Allah. Nanti agak siang setelah ngaji saya takziah kesana.” Jawab mbah Bisri menanggapi.” Jangan lupa ajak pula para santri ya pak kiyai.”" Oh tentu”.
Usai ngaji – sebagaimana waktu yang disepakati – mbah Bisri mengajak sebagian santri untuk bertakziah ke rumah si Engkoh.” Semuanya bawa sajadah !” Perintah mbah Bisri kepada santri yang diajak takziah. Para santri saling bertanya dalam hati. Kok takziah ke rumah non muslim pakai sholat segala. Lagian sholat jenazah kan tidak pakai ruku’ dan sujud. Kenapa harus pakai sajadah ? Namun semuanya tidak berani menanyakannya pada kiyai mereka hanya menuruti saja apa yang diperintahkan kiyai. Continue reading

Malam Minggu…

Malam minggu, suatu malam bagi kalangan remaja di artikan sebagai malam yang panjang, malam yang bebas, malam berduaan, dan masih banyak lagi tafsir-tafsir tentang malam minggu. Kemudian saya berfikir tentang malam tersebut, haruskah kalangan remaja hanya sekedar memikirkan malam minggu sebatas itu?

Mungkin bagi sebagian remaja  yang masih Ababil atau biasa di sebut ABG Labil, malam minggu adalah malam di mana mereka bisa bersenang-senang bersama pasangannya dan bahkan pulang larut malam. Miris sekali ketika saya melihat di sudut-sudut kota, laki-laki dan perempuan dengan tanpa malu mereka berpelukan di tempat umum dan bahkan lebih dari itu. Na’udzubillah..

Saudaraku..

Malam minggu dan malam yang lain esensinya adalah sama, yang membedakan malam minggu adalah esok harinya kita tidak melakukan kegiatan reguler seperti biasa, kegiatan seperti biasa libur. Sehingga kita terkadang tidurnya pagi dan bangun siang, bahkan ada yang bangun sampai sore. Hal seperti itu tidak salah, tapi alangkah baiknya kita beraktifitas seperti biasa, kegiatan-kegiatan reguler kita ganti dengan berolahraga, bermain bersama teman atau melakukan hal-hal lain yang bersifat positif.

Kembali ke malam minggu, hehe

malam minggu, bagi yang jomblowan atau jomblowati, jangan merasa kecil atau gengsi dan bahkan sampai gak doyan makan ketika melihat temennya di jemput pasangannya dan kita hanya bisa melihat saja. Ketauhilah, sebenarnya temen-temen di mata Alloh lebih mulia..

Mulai sekarang, malam minggu kita posisikan seperti malam-malam lain, cari hal-hal yang positif, ajak teman untuk diskusi di kosan, bikin kajian, atau misal mau olahrarag ya silahkan, itu lebih utama..

Bijaklah menjalani hidup saudaraku, buatlah hidup ini penuh dengan kehabgiaan, kita masih punya orang tua,  sahabat-sahabat dan orang-orang yang peduli dengan ketika, jangan pernah kita merasa sendiri..
Tuhan mboten sare,,(Tuhan itu tidak tidur) , tetap optimis menjalani hidup, tetap berjuang, dan bersungguh-sungguhlah dengan perjuangnmu itu, kemudian berdoa, Kita yakini doa kita, Pasti Alloh akan mendegar dan mengabulkan doa kita..Amiin

Jogja, deket selokan mataram

Menyapa embun pagi

Ya Robbi…

Ketika sayup-sayup mata mulai terbuka di hari ini

ada sapaan hangat dari embun pagi

dengan jiwa yang optimis menatap hari

penuh dengan kedamaian dan wajah berseri-seri

 

Ya Robbi…

Semoga selalu ada perubahan dalam diri

dengan saling cinta dan menyayangi

dalam naungan MU ya ilahi

karena kepada MU-lah kita kembali…

 

Ya Robbi…

Tuntun jalan ini

Menuju jalan yang benar-benar Engkau Ridhoi

dalam dekapan cinta dan kasih-MU  yang hakiki

menuju kehidupan yang abadi

Manusia itu kan berakal

Pertanyaan yang sering muncul adalah apa ciri2 manusia?

BERAKAL, ya itulah yang membedakan manusia dengan makhluk Alloh lainnya, tapi perbedaan itu terkadang tidak di sadari oleh manusia. Alloh mengutus manusia untuk menjadi Khalifah di muka bumi. Ketika sudah demikian maka segala urusan yang di bumi ini manusialah sebagai manajernya, dengan kelebihan akal yang kita miliki seharusnya manusia terhindar dari hal-hal yang bersifat melupakan siapa pencipta-NYA. Kita di berikan alam yang luas, penghsilan yang melimpah, hamparan bumi yang luas dan membentang, tanah yang subur, kondisi alam yang sangat menyejukkan. Tetapi kita lupa bahwa itu semua hanya titipan dari Alloh, dan tanpa kita sadar kita merusak bumi, memanfaatkan bumi untuk kepentingan diri sendiri tanpa mementingkan kepentingan orang lain, atau mungkin mereka lupa bahwa “Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat buat orang lain”. saya tidak tahu mereka benar-benar lupa atau hanya pura-pura lupa, tetapi Alloh tahu semua yang di hati mereka…

Kita hanya bisa berharap mereka yang belum tergugah hatinya semoga cepat mendapatkan hidayah dari Alloh dan cepat sadar dari kekeliruannya itu karena  mereka kan MANUSIA..yang seharusnya MEMANUSIAKAN MANUSIA…

Jogja, Catatan Pinggir Kali

By sofyan Arif,

Inilah kehidupan…

Inilah kehidupan..

Ada bahagia dan ada juga derita..

Ada Sayang dan ada juga  benci…

Ada ketulusan dan dan ada juga  kemunfikan…

Ada Kejujuran dan ada juga kebohongan..

Ada kebaikan dan ada juga keburukan…

Tapi itulah kenyataan hidup yang harus di lalui manusia…

Karena kita hidup pada dunia nyata seharusnya berani menghadapi kenyataan…

Dengan penuh kesabaran, keikhlasan dan ketabahan,

karena semua itu akan membuat jalan hidupmu lebih bahagia…

 

Tak Ada Kebajikan Yang Tak Kembali

Suatu hari, seorang anak lelaki miskin yang hidup dari menjual asongan dari pintu ke pintu, menemukan bahwa dikantongnya hanya tersisa beberapa sen uangnya, dan dia sangat lapar.

Anak lelaki tersebut memutuskan untuk meminta makanan dari rumah berikutnya. Akan tetapi anak itu kehilangan keberanian saat seorang wanita muda membuka pintu rumah. Anak itu tidak jadi meminta makanan, ia hanya berani meminta segelas air. Wanita muda tersebut melihat, dan berpikir bahwa anak lelaki tersebut pastilah sedang kelaparan, oleh karena itu ia membawakan segelas air susu.
Continue reading